Advertisement

Waspada! Baru Lima Bulan, Sudah Ada 1.200 Kasus DBD di DIY

Sunartono
Rabu, 06 Juli 2022 - 20:27 WIB
Arief Junianto
Waspada! Baru Lima Bulan, Sudah Ada 1.200 Kasus DBD di DIY Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Kasus demam berdarah dengue (DBD) tahun ini diperkirakan naik. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Setyarini Hestu Lestari menjelaskan hingga Mei kasus DBD di DIY tercatat ada 1.215. Sedangkan untuk Juni masih dalam proses kompilasi dari kabupaten dan kota.

“Jumlah kematian di tahun ini hingga Mei ada enam kasus untuk seluruh DIY, sementara tahun lalu angkanya ada 12 kasus,” katanya Rabu (6/7/2022).

BACA JUGA: ORI DIY Kebanjiran Keluhan soal Jual-Beli Seragam di Sekolah Selama PPDB Tahun Ini

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN dan melakukan 3M plus menimbun mengubur dan melakukan daur ulang barang bekas.

Selain itu dia berharap masyarakat meningkatkan kesadaran di setiap rumah untuk melakukan pembersihan potensi tempat perindukan nyamuk seperti keberadaan kaleng dan botol yang dapat menyimpan air.

“Harapan kami ke depan ada gerakan satu rumah satu jumantik jadi satu rumah ada juru pemantau jentik. Kalau kemudian masyarakat bertanggung jawab atas itu maka nyamuk berkurang atau bahkan tidak ada. Sehingga ada harapan orang tidak membawa bibit penyakit DBD,” katanya.

Dibandingkan dengan tahun lalu, imbuh dia, angka kasus DBD hingga Mei tahun ini sudah tergolong tinggi. Sehingga diperkirakan kasus pada 2022 ini meningkat dibandingkan 2021 silam. “Memang ada kemungkinan untuk naik,” katanya.

Penyebab tingginya angka DBD ini ada banyak faktor, mulai dari cuaca terutama setelah hujan kemudian panas. Kondisi ini paling disukai nyamuk. Akan tetapi bisa jadi masyarakat lupa tidak melakukan PSN dan 3M Plus dengan baik. Selain itu mobilitas penduduk yang membawa bibit DBD juga memungkinkan terjadinya penularan.

“Ketika ada virus dengue dalam tubuh seseorang kemudian ada nyamuk itu memungkinkan terjadinya penularan. Oleh karena itu ketika virusnya ada, nyamuknya ada maka harus meminimalisasi tempat perindukan nyamuk,” ujarnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

ICJR Desak Ferdy Sambo Cs Dijerat Pidana Pembunuhan Berencana, Tak Hanya Sanksi Etik

News
| Rabu, 10 Agustus 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Kedung Pengilon, Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi untuk Ritual

Wisata
| Rabu, 10 Agustus 2022, 19:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement