Kekeringan Meluas, BPBD Sleman Salurkan 198.000 Liter Air
BPBD Sleman menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 KK di empat kapanewon akibat penurunan debit sumber air.
Warga sedang memasuki telaga Budegan yang mengering di Kalurahan Piyaman, Wonosari, Gunungkidul, Jumat, (18/10/2024)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul mencatat 95% dari 359 telaga di Gunungkidul atau sekitar 341 telaga kering.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPRKP Gunungkidul, Sigit Swastono mengatakan telaga-telaga tersebut dimanfaatkan untuk pengairan pertanian, konservasi air, hingga perikanan. Biasanya masyarat memanfaatkan telaga tersebut menggunakan ember.
Kata Sigit, hanya ada sekitar 10% telaga memiliki sumber sendiri/ mata air. Guna mempertahankan air agar tidak mudah hilang, DPUPRKP terus membangun tanggul. Pasalnya, hanya dalam waktu tiga bulan, telaga akan kering.
“Kami juga melakukan rehab dengan cara kalau ada pendangkalan ya kami lakukan penggalian. Penggalian tidak dalam. Kalau terlalu dalam airnya bisa hilang. Bisa loss,” kata Sigit ditemui di Kantornya, (18/10).
Sigit mengaku besaran tampungan telaga tersebut bermacam-macam, paling besar sekitar 12.000 meter kubik.
Adapun beberapa telaga yang masih menyimpan air, yaitu Jonge, Semanu; Ngomang, Saptosari; Winong, Saptosari; dan Thowet, Panggang.
BACA JUGA: Puluhan Ribu Warga Gunungkidul Terdampak Kekeringan, BPBD DIY: Masih Teratasi
Warga Piyaman I, Syarifuddin mengaku telaga Piyaman I sudah kering selama musim kemarau. Apabila penuh air, telaga tersebut akan dikelola Karang Taruna untuk dimanfaatkan sebagai pembesaran ikan.
Telaga yang telah ada lebih dari 54 tahun lalu ini merupakan telaga tadah hujan. Tidak ada sumber air di dalamnya. Warga sekitar juga kadang mengambil air tersebut untuk menyiram tanaman sekitar telaga.
Selain telaga Piyaman I, ada telaga lain yang dimanfaatkan untuk perikanan seperti telaga Penjalin, Makam, Mrico, Nglarangan, Besole, Gunggungan, Palgading, Karang Tengah, Sumber, dan Guyangan yang berada di Kapanewon Purwosari.
“Kalau sudah besar ikan-ikannya, kami bikin pamflet. Kami buka sistem pemancingan. Bisa dua kali dalam setahun,” kata Syarifuddin.
Selain telaga Piyaman I, telaga Budegan juga kering. Pengamatan Harianjogja.com, telaga ini ditumbuhi tanaman liar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 KK di empat kapanewon akibat penurunan debit sumber air.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya 26 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal Kereta Bandara YIA 26 Agustus 2026 tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress dari Tugu Jogja maupun YIA.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 26 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 26 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap banyak fitur canggih mobil jarang digunakan, termasuk teknologi keselamatan dan kenyamanan.